Sunday, April 27, 2008

Astronomi Islam Menguak Rahasia Langit


Republika Senin, 28 Januari 2008


Sebagai salah satu ilmu pengetahuan tertua dalam peradaban manusia, Astronomi kerap dijuluki sebagai ‘ratu sains’. Astronomi memang menempati posisi yang terbilang istimewa dalam kehidupan manusia. Sejak dulu, manusia begitu terkagum-kagum ketika memandang kerlip bintang dan pesona benda-benda langit yang begitu luar biasa.

Awalnya, manusia menganggap fenomena langit sebagai sesuatu yang magis. Seiring berputarnya waktu dan zaman, manusia pun memanfaatkan keteraturan benda-benda yang mereka amati di angkasa untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti penanggalan. Dengan mengamati langit, manusia pun bisa menentukan waktu utuk pesta, upacara keagamaan, waktu untuk mulai menabur benih dan panen.

Jejak astronomi tertua ditemukan dalam peradaban bangsa Sumeria dan Babilonia yang tinggal di Mesopotamia (3500 - 3000 SM). Bangsa Sumeria hanya menerapkan bentuk-bentuk dasar astronomi. Pembagian lingkaran menjadi 360 derajat berasal dari bangsa Sumeria.

Orang Sumeria juga sudah mengetahui gambaran konstelasi bintang sejak 3500 SM. Mereka menggambar pola-pola rasi bintang pada segel, vas, dan papan permainan. Nama rasi Aquarius yang dikenal saat ini berasal dari bangsa Sumeria.

Astronomi juga sudah dikenal masyarakat India kuno. Sekitar tahun 500 SM, Aryabhata melahirkan sistem matematika yang menempatkan bumi berputar pada porosnya. Aryabhata membuat perkiraan mengenai lingkaran dan diameter bumi. Brahmagupta (598 - 66 8) juga menulis teks astronomi yang berjudul Brahmasphutasiddhanta pada 628. Dialah astronom pendahulu yang menggunakan aljabar untuk memecahkan masalah-masalah astronomi.

Masyarakat Cina kuno 4000 SM juga sudah mengenal astronomi. Awalnya, astronomi di Cina digunakan untuk mengatur waktu. Orang Cina menggunakan kalender lunisolar. Namun, kerena perputaran matahari dan bulan berbeda, para ahli astronomi Cina sering menyiapkan kalender baru dan membuat observasi.

Bangsa Yunani kuno juga amat tertarik dengan astronomi. Adalah Thales yang mengawalinya pada abad ke-6 SM. Menurut dia, bumi itu berbentuk datar. Phytagoras sempat membantah pendapat itu dengan menyatakan bumi itu bulat. Dua abad berselang, Aristoteles melahirkan terobosan penting yang menegaskan menyatakan bahwa bumi itu bulat bundar.

Aristachus pada abad ke-3 SM sempat melontarkan pendapat bahwa Bumi bukanlah pusat alam semesta. Teori itu tak mendapat tempat pada masa itu. Era astronomi klasik ditutup Hipparchus pada abad ke-1 SM yang melontarkan teori geosentris. Bumi itu diam dan dikelilingi oleh matahari, bulan, dan planet-planet yang lain. Sistem geosentris itu disempurnakan Ptolomeus pada abad ke-2 M .

Astronomi Islam
Setelah runtuhnya kebudayaan Yunani dan Romawi pada abad pertengahan, maka kiblat kemajuan ilmu astronomi berpindah ke bangsa Arab. Astronomi berkembang begitu pesat pada masa keemasan Islam (8 - 15 M). Karya-karya astronomi Islam kebanyakan ditulis dalam bahasa Arab dan dikembangkan para ilmuwan di Timur Tengah, Afrika Utara, Spanyol dan Asia Tengah.

Salah satu bukti dan pengaruh astronomi Islam yang cukup signifikan adalah penamaan sejumlah bintang yang menggunakan bahasa Arab, seperti Aldebaran dan Altair, Alnitak, Alnilam, Mintaka (tiga bintang terang di sabuk Orion), Aldebaran, Algol, Altair, Betelgeus.

Selain itu, astronomi Islam juga mewariskan beberapa istilah dalam `ratu sains’ itu yang hingga kini masih digunakan, seperti alhidade, azimuth, almucantar, almanac, denab, zenit, nadir, dan vega. Kumpulan tulisan dari astronomi Islam hingga kini masih tetap tersimpan dan jumlahnya mencapaii 10 ribu manuskrip.

Ahli sejarah sains, Donald Routledge Hill, membagi sejarah astronomi Islam ke dalam empat periode. Periode pertama (700-825 M) adalah masa asimilasi dan penyatuan awal dari astronomi Yunani, India dan Sassanid. Periode kedua (825-1025) adalah masa investigasi besar-besaran dan penerimaan serta modifikasi sistem Ptolomeus. Periode ketiga (1025-1450 M), masa kemajuan sistem astronomi Islam. Periode keempat (1450-1900 M), masa stagnasi, hanya sedikit kontribusi yang dihasilkan.

Geliat perkembangan astronomi di dunia Islam diawali dengan penerjemahan secara besar-besaran karya-karya astronomi dari Yunani serta India ke dalam bahasa Arab. Salah satu yang diterjemahkan adalah karya Ptolomeus yang termasyhur, Almagest. Berpusat di Baghdad, budaya keilmuan di dunia Islam pun tumbuh pesat.

Sejumlah, ahli astronomi Islam pun bermunculan, Nasiruddin at-Tusi berhasil memodifikasi model semesta episiklus Ptolomeus dengan prinsip-prinsip mekanika untuk menjaga keseragaman rotasi benda-benda langit. Selain itu, ahli matematika dan astronomi Al-Khawarizmi, banyak membuat tabel-tabel untuk digunakan menentukan saat terjadinya bulan baru, terbit-terbenam matahari, bulan, planet, dan untuk prediksi gerhana.

Ahli astronomi lainnya, seperti Al-Batanni banyak mengoreksi perhitungan Ptolomeus mengenai orbit bulan dan planet-planet tertentu. Dia membuktikan kemungkinan gerhana matahari tahunan dan menghitung secara lebih akurat sudut lintasan matahari terhadap bumi, perhitungan yang sangat akurat mengenai lamanya setahun matahari 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik.

Astronom Islam juga merevisi orbit bulan dan planet-planet. Al-Battani mengusulkan teori baru untuk menentukan kondisi dapat terlihatnya bulan baru. Tak hanya itu, ia juga berhasil mengubah sistem perhitungan sebelumnya yang membagi satu hari ke dalam 60 bagian (jam) menjadi 12 bagian (12 jam), dan setelah ditambah 12 jam waktu malam sehingga berjumlah 24 jam.

Buku fenomenal karya Al-Battani pun diterjemahkan Barat. Buku ‘De Scienta Stelarum De Numeris Stellarum’ itu kini masih disimpan di Vatikan. Tokoh-tokoh astronomi Eropa seperti Copernicus, Regiomantanus, Kepler dan Peubach tak mungkin mencapai sukses tanpa jasa Al-Batani. Copernicus dalam bukunya ‘De Revoltionibus Orbium Clestium’ mengaku berutang budi pada Al-Battani.

Dunia astronomi juga tak bisa lepas dari bidang optik. Melalui bukunya Mizan Al-Hikmah, Al Haitham mengupas kerapatan atmofser. Ia mengembangkan teori mengenai hubungan antara kerapatan atmofser dan ketinggiannya. Hasil penelitiannya menyimpulkan ketinggian atmosfir akan homogen di ketinggian lima puluh mil.

Teori yang dikemukakan Ibn Al-Syatir tentang bumi mengelilingi matahari telah menginspirasi Copernicus. Akibatnya, Copernicus dimusuhi gereja dan dianggap pengikut setan. Demikian juga Galileo, yang merupakan pengikut Copernicus, secara resmi dikucilkan oleh Gereja Katolik dan dipaksa untuk bertobat, namun dia menolak.

Menurut para ahli sejarah, kedekatan dunia Islam dengan dunia lama yang dipelajarinya menjadi faktor berkembangnya astronomi Islam. Selain itu, begitu banyak teks karya-karya ahli astronomi yang menggunakan bahasa Yunani Kuno, dan Persia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab selama abad kesembilan. Proses ini dipertinggi dengan toleransi terhadap sarjana dari agama lain. Sayang, dominasi itu tak bisa dipertahankan umat Islam.

Jejak Abadi di Kawah ke Bulan

Ilmuwan Islam begitu banyak memberi kontribusi bagi pengembangan dunia astronomi. Buah pikir dan hasil kerja keras para sarjana Islam di era tamadun itu diadopsi serta dikagumi para saintis Barat. Inilah beberapa ahli astronomi Islam dan kontribusi yang telah disumbangkannya bagi pengembangan `ratu sains’ itu.

Al-Battani (858-929).
Sejumlah karya tentang astronomi terlahir dari buah pikirnya. Salah satu karyanya yang paling populer adalah al-Zij al-Sabi. Kitab itu sangat bernilai dan dijadikan rujukan para ahli astronomi Barat selama beberapa abad, selepas Al-Battani meninggal dunia. Ia berhasil menentukan perkiraan awal bulan baru, perkiraan panjang matahari, dan mengoreksi hasil kerja Ptolemeus mengenai orbit bulan dan planet-planet tertentu. Al-Battani juga mengembangkan metode untuk menghitung gerakan dan orbit planet-planet. Ia memiliki peran yang utama dalam merenovasi astronomi modern yang berkembang kemudian di Eropa.

Al-Sufi (903-986 M)
Orang Barat menyebutnya Azophi. Nama lengkapnya adalah Abdur Rahman as-Sufi. Al-Sufi merupakan sarjana Islam yang mengembangkan astronomi terapan. Ia berkontribusi besar dalam menetapkan arah laluan bagi matahari, bulan, dan planet dan juga pergerakan matahari. Dalam Kitab Al-Kawakib as-Sabitah Al-Musawwar, Azhopi menetapkan ciri-ciri bintang, memperbincangkan kedudukan bintang, jarak, dan warnanya. Ia juga ada menulis mengenai astrolabe (perkakas kuno yang biasa digunakan untuk mengukur kedudukan benda langit pada bola langit) dan seribu satu cara penggunaannya.

Al-Biruni (973-1050 M)
Ahli astronomi yang satu ini, turut memberi sumbangan dalam bidang astrologi pada zaman Renaissance. Ia telah menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya. Pada zaman itu, Al-Biruni juga telah memperkirakan ukuran bumi dan membetulkan arah kota Makkah secara saintifik dari berbagai arah di dunia. Dari 150 hasil buah pikirnya, 35 diantaranya didedikasikan untuk bidang astronomi.

Ibnu Yunus (1009 M)
Sebagai bentuk pengakuan dunia astronomi terhadap kiprahnya, namanya diabadikan pada sebuah kawah di permukaan bulan. Salah satu kawah di permukaan bulan ada yang dinamakan Ibn Yunus. Ia menghabiskan masa hidupnya selama 30 tahun dari 977-1003 M untuk memperhatikan benda-benda di angkasa. Dengan menggunakan astrolabe yang besar, hingga berdiameter 1,4 meter, Ibnu Yunus telah membuat lebih dari 10 ribu catatan mengenai kedudukan matahari sepanjang tahun.

Al-Farghani
Nama lengkapnya Abu’l-Abbas Ahmad ibn Muhammad ibn Kathir al-Farghani. Ia merupakan salah seorang sarjana Islam dalam bidang astronomi yang amat dikagumi. Beliau adalah merupakan salah seorang ahli astronomi pada masa Khalifah Al-Ma’mun. Dia menulis mengenai astrolabe dan menerangkan mengenai teori matematik di balik penggunaan peralatan astronomi itu. Kitabnya yang paling populer adalah Fi Harakat Al-Samawiyah wa Jaamai Ilm al-Nujum tentang kosmologi.

Al-Zarqali (1029-1087 M)
Saintis Barat mengenalnya dengan panggilan Arzachel. Wajah Al-Zarqali diabadikan pada setem di Spanyol, sebagai bentuk penghargaan atas sumbangannya terhadap penciptaan astrolabe yang lebih baik. Beliau telah menciptakan jadwal Toledan dan juga merupakan seorang ahli yang menciptakan astrolabe yang lebih kompleks bernama Safiha.

Jabir Ibn Aflah (1145 M)
Sejatinya Jabir Ibn Aflah atau Geber adalah seorang ahli matematik Islam berbangsa Spanyol. Namun, Jabir pun ikut memberi warna da kontribusi dalam pengembangan ilmu astronomi. Geber, begitu orang barat menyebutnya, adalah ilmuwan pertama yang menciptakan sfera cakrawala mudah dipindahkan untuk mengukur dan menerangkan mengenai pergerakan objek langit. Salah satu karyanya yang populer adalah Kitab al-Hay’ah.

Kegemilangan Observatorium Ulugh Beg

Sejatinya observatorium pertama di dunia dibangun astronom Yunani bernama Hipparchus (150 SM). Namun, di mata ahli astronomi Muslim abad pertengahan, konsep observatorium yang dilahirkan Hipparcus itu jauh dari memadai. Sebagai ajang pembuktian, para sarjana Muslim pun membangun observatorium yang lebih moderen pada zamannya.

Sejumlah astronom Muslim yang dipimpin Nasir al-Din al-Tusi berhasil membangun observatorium astronomi di Maragha pada 1259 M. Observatorium itu dilengkapi perpustakaan dengan koleksi buku mencapai 400 ribu judul. Observatorium Maragha juga telah melahirkan sejumlah astronom terkemuka seperti, QuIb al-Din al-Shirazy, Mu’ayyid al-Din al-Urdy, Muiyi al-Din al-Maghriby, dan banyak lagi.

Ahli astronomi Barat, Kevin Krisciunas dalam tulisannya berjudul The Legacy of Ulugh Beg mengungkapkan, observatorium termegah yang dibangun sarjana Muslim adalah Ulugh Beg. Observatorium itu dibangun seorang penguasa keturunan Mongol yang bertahta di Samarkand bernama Muhammad Taragai Ulugh Beg (1393-1449). Dia adalah seorang pejabat yang menaruh perhatian terhadap astronomi.

`’Ketertarikan dalam astronomi bemula, ketika dia mengunjungi Observatorium Maragha yang dibangun ahli astronomi Muslim terkemuka, Nasir al-Din al-Tusi,” tutur Krisciunas. Geliat pengkajian astronomi di Samarkand mulai berlangsung pada tahun 1201. Namun, aktivitas astronomi yang sesungguhnya di wilayah kekuasaan Ulugh Beg mulai terjadi pada 1408 M.

Ghirah astronomi di Samarkand mengalami puncaknya ketika Ulugh Beg mulai membangun observatorim pada 1420. Menurut Kriscunas, berdasarkan laporan yang ditulis ahli astronomi pada saat iru, Al-Kashi aktivitas pengkajian astronomi di Observatorium Ulugh Beg didukung oleh tujuh puluh sarjana. Para ahli astronomi itu mendapatkan perlakukan istimewa dengan fasilitas dan gaji yang luar biasa besarnya.

Observatorium ini beroperasi selama 50 tahun. Sayangnya, setelah Ulugh Beg meninggal, obeservatorium itu pun mengalami kehancuran. Sejumlah astronom telah lahir dari lembaga itu yakni, Giyath al-Din Jamshid al-Kushy, Qadizada al-Rumy dan `Ali ibn Muhammad al-Qashji. Observatorium yang terakhir milik Islam dibangun di Istanbul tahun 1577, di zaman kekuasaan Sultan Murad III (1574-1595) yang didirikan Taqi al-Din Muhammad ibn Ma’ruf al-Rashyd al-Dimashqiy.

Penemu dan Ilmuwan Muslim yang Patut Diteladani

Hunayn bin Ishaq (260H/873M)
Seorang Ilmuan penerjemah terbaik dari Baghdad pada periode Abasyiah. Sejak kecil ia sudah fasyih berbahasa Arab dan Syiria. Dan kemudian menguasai bahasa Yunani hingga mampu membaca tulisan-tulisan Homer. Ia juga menyusun risalah dalam bidang kedokteran, filsafat, geografi, metreorologi, zoologi, linguistik dan keaagamaan.

Abdurrahman As-Sufi
Seorang Astronom yang bekerja di bawah pemerintahan Adud Al- Dawis, kitabnya “Juwar Al-Kawatib al Thobita” ditulis tahun 965 M, tentang bintang-bintang. Temuannya dalam buku ini banyak dikupas oleh Hippercus dan Ptolemois

Abu Al Rayham (422H/1050M)
Menurut sejarawan PJ Boilot, beliau adalah seorang ilmuwan muslim terbesar abad pertengahan yang palin mengagumkan. Ia menguasai matematika, astronomi, fisika, sejarah, bahasa dan adat.



Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi
Seorang jenius dalam bidang matematika, geographi, musik dan sejarah. Bukunya “Hisab al jabr wal Nuqobbala” pada abad ke-12 diterjemahkan kedalam bahasa latin hingga abad ke-16, buku ini dijadikan buku teks utama matematika di universitas-universitas di eropa. Khawarizmi pula-lah yang memprkenalkan angka arab yang dikenal Algarisme, ke Barat.


Jabir bin Hayan
Seorang ilmuwan ahli kimia yang menuruit George Sarton: “memiliki pengetahuan yang mengagumkan dalam bidang kimia “ salah satu bukunya “Al Zilag Al Shaqi” menjadi dasar bagi reaksi kesetimbangan dan hingga kini dijadikan dasar perhitungan kimia.

Abu Ali bin Al Hassan Ibnu Al Haytsam (439H/1039M)
Di barat beliau dikenal sebagai Al Hazan. Beliau seorang matematikawan dan fisikawan. Dalam salh satu bukunya membuktikan persamaan yang sangat kompleks hingga sampai pada pangkat 4. beliau telah menulis lebih dari 100 judul risalah dalam bidang astronomi, matematika dan fisika.


Al Kindi
Spesifikasi jenius yang serba bisa, menurut catatan sejarah , lebih dari 260 karya ilmiahnya membahas tentang perbintangan, musik, filsafat, matematika, dan kedokteran. Beliau merevisi beberapa terjemahan dari bahasa Yunani ke Arab. Beliau juga menulis sejumlah risalah tentang batu mulia dan permata. Karyanya (telah diterjemahkan ke bahasa latin) “De Aspectibus” menurut risalah tentang Geometri dan ilmu optik.
Al Kashi
Ilmuan bidang matematika, beliau mampu menuliskan phi dengan ketepatan nyaris sempurna. Dan tidak heran jika W. Hartner, seorang ilmuan barat memberinya gelar maestro matematika yang memiliki kapasitas dalam teori pecahan, magnus opus (adi karyanya) yang berjudul ”Risalah Kamatiyya” (1410M), mengulas tanda ukuran dan jarak benda-benda langit

YOUNG INVENTORS


A CLASS ACT - YOUNG INVENTORS

A look at the great and often unrecognized pioneers in the field of invention and innovation. We cover both young inventors that became well-known and some lesser-known young inventors.and their contributions.

1642 The mechanical adding machine was invented by a nineteen-year-old French boy named Blaise Pascal way back in the year 1642.
1648 Anton van Leeuwenhoek is best known for his work on the improvements of the microscope, in 1648 at the age of 16. He also contributed towards the establishment of microbiology in 1673.
1721 In 1721, Benjamin Franklin at the age of 15, was busily occupied in delivering newspapers by day and in composing articles for it at night. These articles, published anonymously, won wide notice and acclaim for their pithy observations on the current scene.
1824 When Louis Braille was 15 years old, he developed an ingenious system of reading and writing by means of raised dots. Today, in virtually every language throughout the world, Braille is the standard form of writing and reading used by blind people.

At the age of 15, Cyrus Hall McCormick invented a lightweight cradle for carting harvested grain. Seven years later, in 1831 he invented the reaper, a horse drawn farm implement to cut small grain crops.
1830 Henry Bessemer produced his first invention at the age of seventeen--embossed stamps for use on title deeds. At that time, the British government was losing thousands of pounds in revenue each year through the illegal reuse of title stamps. Bessemer's invention made the crime impossible and earned him his first job.
1862 When he was 15 years old Thomas Alva Edison published a weekly newspaper, printing it in a freight car that also served as his laboratory. While working as a telegraph operator, he made his first important invention, a telegraphic repeating instrument.
1865 Since the age of 18, Alexander Graham Bell had been working on the idea of transmitting speech. While working on a multiple telegraph, he developed the basic ideas for the telephone.

George Westinghouse, at age 19, obtained his first patent, for a rotary steam engine.
1873 At age 17, Chester Greenwood applied for a patent. For the next 60 years, Greenwood's factory made earmuffs. Greenwood went on to create more than 100 other inventions.
1921 Philo Farnsworth a 14-year-old had an idea while working on his father's Idaho farm. Philo realized an electron beam could scan a picture in horizontal lines, reproducing the image almost instantaneously. It would prove to be a critical breakthrough, towards electronic television.
1930 At 16 yrs. old, George Nissen finished high school and set out to develop a bouncing apparatus(trampoline). Working in his parents’ garage using steel materials he found at a junkyard, he built a rectangular frame with a piece of canvas stretched across it. It was an instant hit ­ Nissen was sure he could commercialize it.
1958 As a 17-year-old high school junior, Robert Heft found himself in need of a class project. His proposed 50 star American Flag idea was initially turned down by the teacher. He went ahead and finished his project, receiving a B minus for his efforts. Heft's teacher compromised and promised to deliver a better classroom grade if he could get the U.S. Congress to accept his flag. The rest is history.
1972 Rebecca Schroeder from Toledo, Ohio, USA was ten when she became an inventor. Becky got a patent for her invention in 1974; she was on television and won awards for it. She improved upon the idea over the next few years eventually calling it the Glo-Sheet. The Glo-Sheet has been used in many places. Doctors use them so they can check patient's notes in the dark without waking them up and the US Navy and NASA have used them.
1993 One Saturday morning in 1993, when she was eight years old, Abigail M. Fleck and her father, Jonathan, were cooking bacon in their St. Paul, Minnesota home. Inspired by an offhand comment from her father,. Abbey Fleck invented a new, quicker and healthier way to cook bacon, then founded a company to sell her product, The Makin' BaconŒ.
2000 "I called it a Batball because I can store my baseballs inside the bat and I like it. It's really cool.'' says Jacob Dunnack age 8.
2005 Taylor Hernandez, age 10, invented "Magic Sponge Blocks," large building blocks made from sponge that can safely stack high without worry that they could fall and hurt a child.

TO LEARN MORE

ON THE BOOKSHELF:
Brainstorm!: The Stories of Twenty American Kid Inventors
by Tom Tucker, Richard Loehle / Paperback - 144 pages / Sunburst (1998)
The stories of twenty ingenious young Americans who have filed patents with the United States Patent Office, including Chester Greenwood who invented ear muffs, Ralph Samuelson, originator of water-skiing, and Vanessa Hess who created colored car wax. A great inspiration for your own young scientist.
Kids Inventing! A Handbook for Young Inventors
by Susan Casey / Paperback: 144 pages / Jossey-Bass (2005) / Ages 9+
You'll meet inspiring kids just like you who designed their own award-winning inventions. Discover how exciting it can be to rethink the world around you, solve problems, and surprise and delight others with the results. Anything's possible with Kids Inventing!
The Kids' Invention Book
by Arlene Erlbach / Library Binding (August 1997) / Lerner Publications Company
The stories of twelve kid inventors. Erlbach uses the success of 15-year-old Chester Greenwood, who invented earmuffs in 1873, as the takeoff point for introducing more than a dozen contemporary children who have created their own inventions. Each double-page spread profiles one child and his or her invention, some of which have won national recognition in inventors' contests.
The Kid Who Invented the Popsicle: And Other Surprising Stories About Inventions
by Don L. Wulffson / Paperback - 128 pages (1999) / Puffin
Brief factual stories about how various familiar things were invented, many by accident, from animal crackers to the zipper.
Margaret Knight: Girl Inventor
by Marlene Targ Brill, Joanne Friar / Library Binding - 32 pages (October 2001) / Millbrook Pr
Knight was interested in how things worked and in building and inventing. This picture book tells the story of how she came up with the idea to make a safer loom at age 12.
So You Want to Be An Inventor?
by Judith St. George, David Small / Paperback: 56 pages / Puffin; (2005) / Ages 9+
Are you a kid who likes to tinker with machines that clink and clank, levers that pull, bells that ring, cogs that grind, switches that turn on and off, wires that vibrate, dials that spin? You maybe inspired by what other inventors have accomplished.

ON THE WEB:
Academy of Applied Science
The Academy is recognized nationally as an educational resource center offering enrichment programs for students, and professional development for teachers and educational administrators.
Partnership for America's Future, Inc
An eagerness to continue learning, without a teacher’s prodding, has characterized those students who have participated in the Partnership’s programs. In this way, students have become convinced that education is valuable; and when students believe that education is valuable, then they will value their education.
Celebrating the Achievements of Children
Amazing Kids! is dedicated to inspiring excellence in children. We base this mission on the belief that every child has the potential to be "amazing" in her or his own way. We believe it is through the realization of this potential that children will be able to live more productive and satisfying lives.
Big Learning
This site exists to contribute resources for big learners and promote big learning as a valid way for kids to learn. So explore the treasure troves, check out the links, sign up for the newsletter, and go have fun learning something!
The Kids Hall of Fame
Spotlight The Famous and The Soon-To-Be Famous Kids throughout the world by age level (up to age 19). Archive Their Accomplishments Provide Positive Peer Role Models For All Kids
USPTO Kids Pages
Lots to see and do at this site operated by the United States Patent and Trademark Office to inspire kid inventors. Resources include games, links to other government/educational sites, contests, puzzles and a helpful frequently asked questions page. So fire up your imagination and get started inventing.
Young Inventors International
To connect inventors and innovative entrepreneurs under the age of 35 to a global network of resources and support, and provide inventors with the skills, knowledge, and connections required in commercializing innovations successfully.
Classroom Inventor Project
Having young inventors around is exciting. You never know what they'll come up with. It's best to talk over their invention ideas first and then make suggestions. Lesson plans from the Apple Learning Interchange.
Craftsman/NSTA Young Inventors Awards
The Craftsman/NSTA Young Inventors Awards Program challenges students to use creativity and imagination along with science, technology, and mechanical ability to invent or modify a tool.
ExploraVision Awards
ExploraVision is a competition for students of all interest, skill, and ability levels in grades K-12. The purpose of the competition is to encourage students to combine their imaginations with the tools of science to create and explore a vision of a future technology
www.ideafinder.com