Sunday, April 27, 2008

Penemu dan Ilmuwan Muslim yang Patut Diteladani

Hunayn bin Ishaq (260H/873M)
Seorang Ilmuan penerjemah terbaik dari Baghdad pada periode Abasyiah. Sejak kecil ia sudah fasyih berbahasa Arab dan Syiria. Dan kemudian menguasai bahasa Yunani hingga mampu membaca tulisan-tulisan Homer. Ia juga menyusun risalah dalam bidang kedokteran, filsafat, geografi, metreorologi, zoologi, linguistik dan keaagamaan.

Abdurrahman As-Sufi
Seorang Astronom yang bekerja di bawah pemerintahan Adud Al- Dawis, kitabnya “Juwar Al-Kawatib al Thobita” ditulis tahun 965 M, tentang bintang-bintang. Temuannya dalam buku ini banyak dikupas oleh Hippercus dan Ptolemois

Abu Al Rayham (422H/1050M)
Menurut sejarawan PJ Boilot, beliau adalah seorang ilmuwan muslim terbesar abad pertengahan yang palin mengagumkan. Ia menguasai matematika, astronomi, fisika, sejarah, bahasa dan adat.



Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi
Seorang jenius dalam bidang matematika, geographi, musik dan sejarah. Bukunya “Hisab al jabr wal Nuqobbala” pada abad ke-12 diterjemahkan kedalam bahasa latin hingga abad ke-16, buku ini dijadikan buku teks utama matematika di universitas-universitas di eropa. Khawarizmi pula-lah yang memprkenalkan angka arab yang dikenal Algarisme, ke Barat.


Jabir bin Hayan
Seorang ilmuwan ahli kimia yang menuruit George Sarton: “memiliki pengetahuan yang mengagumkan dalam bidang kimia “ salah satu bukunya “Al Zilag Al Shaqi” menjadi dasar bagi reaksi kesetimbangan dan hingga kini dijadikan dasar perhitungan kimia.

Abu Ali bin Al Hassan Ibnu Al Haytsam (439H/1039M)
Di barat beliau dikenal sebagai Al Hazan. Beliau seorang matematikawan dan fisikawan. Dalam salh satu bukunya membuktikan persamaan yang sangat kompleks hingga sampai pada pangkat 4. beliau telah menulis lebih dari 100 judul risalah dalam bidang astronomi, matematika dan fisika.


Al Kindi
Spesifikasi jenius yang serba bisa, menurut catatan sejarah , lebih dari 260 karya ilmiahnya membahas tentang perbintangan, musik, filsafat, matematika, dan kedokteran. Beliau merevisi beberapa terjemahan dari bahasa Yunani ke Arab. Beliau juga menulis sejumlah risalah tentang batu mulia dan permata. Karyanya (telah diterjemahkan ke bahasa latin) “De Aspectibus” menurut risalah tentang Geometri dan ilmu optik.
Al Kashi
Ilmuan bidang matematika, beliau mampu menuliskan phi dengan ketepatan nyaris sempurna. Dan tidak heran jika W. Hartner, seorang ilmuan barat memberinya gelar maestro matematika yang memiliki kapasitas dalam teori pecahan, magnus opus (adi karyanya) yang berjudul ”Risalah Kamatiyya” (1410M), mengulas tanda ukuran dan jarak benda-benda langit

No comments: